Sunday, July 1, 2012

Buffon: Spanyol Terlalu Superior


KIEV, KOMPAS.com - Kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan Spanyol setelah mampu mengalahkan timnya di babak final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Kiper berusia 34 tahun itu menilai, "La Furia Roja" pantas menyabet gelar tersebut.

Spanyol berhasil menjadi kampiun Eropa setelah mengalahkan Italia 4-0. Empat gol tim asuhan Vicente del Bosque itu dicetak oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.

"Mereka (Spanyol) terlalu superior, sehingga penyesalan atas kekalahan ini tidak begitu besar. Ketika bertemu tim dengan kekuatan seperti ini, Anda akan bisa lebih menerima kekalahan ini," ujar Buffon seperti dilansir Football Italia.

"Kami telah menjalani turnamen yang hebat dan ini adalah perjalanan yang indah. Jelas, Anda akan menginginkan kemenangan ketika mencapai final, tetapi malam ini kami bertemu dengan tim yang sangat kuat," katanya lagi.

Buffon menuturkan, secara keseluruhan dirinya puas atas penampilan Italia dalam turnamen kali ini. Menurut kiper Juventus ini, raihan partai puncak "Gli Azzurri" merupakan prestasi yang tidak dapat dianggap remeh dan harus juga dihargai oleh sejumlah pihak.

"Kami ingin berterima kasih kepada para fans, karena mereka tidak pernah meninggalkan kami dan tetap memberikan rasa bangganya. Memang saat kami bertemu dengan tim yang lebih kuat, Anda harus memberinya kredit lebih," ucap Buffon.


Via: Buffon: Spanyol Terlalu Superior

Forlan Capai Kesepakatan dengan Internacional


MILAN, KOMPAS.com - Penyerang Inter Milan, Diego Forlan (33), diberitakan harian El Pais sudah mencapai kesepakatan dengan Internacional dan transfer diperkirakan akan selesai pada Selasa (3/7/2012).

Forlan didatangkan Inter dari Atletico Madrid pada Agustus 2011 dengan kontrak hingga Juni 2013. Proses adapatasinya terganggu sejumlah cedera. Sepanjang Serie-A 2011-2012, ia hanya mencetak dua gol dalam 18 pertandingan.

Sementara itu, menurut Football Italia, Inter mempertimbangkan mempertahankan Forlan, dengan catatan Forlan menerima pengurangan gaji pada musim terakhir masa kontrak.


Via: Forlan Capai Kesepakatan dengan Internacional

"Pirlo Bisa Kalahkan Xavi"


KIEV, KOMPAS.com - Mantan pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, menilai lini tengah Spanyol saat ini memang salah satu yang terbaik di dunia. Namun, ia yakin, Italia bisa unggul dalam lini tersebut jika tampil maksimal.

Italia dan Spanyol akan saling berhadapan dalam final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Kedua tim sebelumnya sempat bermain imbang 1-1 di babak penyisihan Grup C.

"Spanyol dan Italia di babak penyisihan grup adalah pertandingan terbaik sepanjang turnamen ini. 'Azzurri' bermain baik dalam laga tersebut," ujar Capello seperti dilansir Football Italia.

"Saya rasa performa Italia hampir sempurna ketika bermain lawan Spanyol dan tidak ada tim lain yang dapat melakukan hal itu di Piala Eropa ini," tuturnya.

Dalam laga ini, perhatian besar memang akan tertuju kepada dua sosok gelandang masing-masing tim. Italia memiliki Andrea Pirlo yang tampil cukup gemilang selama putaran final. Sementara, "La Furia Roja" memiliki Xavi Hernandez yang berkontribusi besar dalam strategi tiki-taka Spanyol.

"Italia bisa menang di lini tengah, asal mereka tidak membiarkan Spanyol untuk terus menguasai bola. Saya rasa mereka (Spanyol) akan memainkan Cesc Fabregras sebagai 'striker'," kata Capello.


Via: "Pirlo Bisa Kalahkan Xavi"

Publik Spanyol Pilih Llorente


KOMPAS.com - Sepanjang perjalanan Spanyol di Piala Eropa 2012, beberapa kali Pelatih Vicente del Bosque tidak memasang striker murni sejak menit awal. Untuk partai final melawan Italia, publik Spanyol ternyata ingin melihat satu striker murni mengisi pos ujung tombak.

Media Spanyol, AS, melayangkan jajak pendapat mengenai susunan pemain inti "La Furia Roja" pada partai final nanti. Para responden memilih 10 pemain merupakan pemain-pemain yang biasa tampil di Piala Eropa 2012. Sedangkan, satu nama lagi, bahkan belum sekali pun bermain, Fernando Llorente.

Cukup mengejutkan. Sebanyak 7.495 pemilih menaruh harapan Del Bosque memainkan Llorente. Di bawah Llorente, pemain Barcelona Pedro Rodriguez menjadi pilihan selanjutnya dengan jumlah 7.386 pemilih.

Uniknya, dua pemain yang biasa tampil, Fernando Torres dan Cesc Fabregas hanya mendapat poling masing-masing 5.820 dan 5.737 pemilih. Untuk keseluruhan, Andres Iniesta menjadi pemain paling favorit yang harus main sejak menit awal dengan mengumpulkan 17.374 suara.

Berikut susunan pemain Spanyol pilihan pembaca AS:
Kiper: Iker Casilas
Bek: Alvaro Arbeloa, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba
Gelandang: Sergio Busquets, Xabi Alonso, Xavi Hernandez, David Silva, Andres Iniesta
Striker: Fernando Llorente


Via: Publik Spanyol Pilih Llorente

Top Skorer Terminim Sejak Dua Dekade?


KIEV, KOMPAS.com - Dari lima pemuncak top skorer sementara Piala Eropa 2012, peluang terbesar dimiliki oleh striker Italia, Mario Balotelli. Satu gol saja dari Balotelli sudah menjadikannya sebagai top skorer Piala Eropa 2012. Syaratnya, tidak ada satu pun pemain Spanyol yang melebihi jumlah gol Balotelli.

Balotelli memang menjadi kandidat terkuat. Pasalnya, empat pemain lain yang mencetak tiga gol yakni Alan Dzagoev (Rusia), Mario Mandzukic (Kroasia), Mario Gomez (Jerman), dan Cristiano Ronaldo (Portugal), sudah tidak akan menambah pund-pundi gol karena negaranya telah tersingkir.

Saingan Balotelli kini datang dari tiga pemain Spanyol, Fernando Torres, Cesc Fabregas, dan Xabi Alonso yang telah mengemas dua gol. Torres dan Fabregas jelas menjadi ancaman Balotelli untuk bersaing menjadi striker tersubur di Ukraina dan Polandia. Kedua pemain ini lebih berpeluang mencetak gol ketimbang Alonso yang bermain sebagai gelandang jangkar.

Namun, bila tidak ada satu pun pemain yang mencetak gol di partai final, maka gelar top skorer akan jatuh ke pelukan Dzagoev. Menit bermain Dzagoev lebih sedikit daripada empat saingan lain, termasuk Balotelli.

Jika hal ini terjadi, maka untuk pertama kalinya sejak dua dekade silam, pencetak gol terbanyak Piala Eropa hanya membukukan tiga gol. Terakhir kali, kuartet Henrik Larsen (Denmark), Karlheinz Riedle (Jerman), Dennis Bergkamp (Belanda), dan Tomas Brolin (Swedia), menjadi top skorer bersama dengan raihan tiga gol di Piala Eropa 1992.

Berikut daftar top skorer Piala Eropa:
Piala Eropa 1960:
Francois Heutte (Perancis), Velentin Ivanov, Viktor Ponedelnik (Uni Soviet), Milan Galic, Drazan Jerkovic (Yugoslavia) - 2 gol
Piala Eropa 1964: Jesus Maria Pereda (Spanyol), Ferenc Bene, Dezso Novak (Hungaria) - 2 gol
Piala Eropa 1968: Drazan Dzajic (Yugoslavia) - 2 gol
Piala Eropa 1972: Gerd Mueller (Jerman Barat) - 4 gol
Piala Eropa 1976: Dieter Mueller (Jerman Barat) - 4 gol
Piala Eropa 1980: Klaus Allofs (Jerman Barat) - 3 gol
Piala Eropa 1984: Michel Platini (Perancis) - 9 gol
Piala Eropa 1988: Marco van Basten (Belanda) - 5 gol
Piala Eropa 1992: Henrik Larsen (Denmark), Karlheinz Riedle (Jerman), Dennis Bergkamp (Belanda), dan Tomas Brolin (Swedia) - 3 gol
Piala Eropa 1996: Alan Shearer (Inggris) - 5 gol
Piala Eropa 2000: Patrick Kluivert (Belanda), Savo Milosevic (Yugoslavia) - 5 gol
Piala Eropa 2004: Milan Baros (Rep. Ceko) - 5 gol
Piala Eropa 2008: David Villa (Spanyol) - 4 gol


Via: Top Skorer Terminim Sejak Dua Dekade?

Adu Penalti? Siapa Takut!


KIEV, KOMPAS.com - Hasil partai final Piala Eropa 2012 antara Spanyol melawan Italia, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB, bisa saja imbang di waktu normal plus babak perpanjangan waktu. Spanyol yang kemungkinan akan menguasai pertandingan, bakal menghadapi rapatnya barisan belakang Italia. Maka, adu penalti untuk menentukan sang pemenang juga bisa terjadi.

Tidak ada yang membosankan dari drama tos-tosan ini kedua tim ini. Sebab, mereka tim yang memiliki kiper serta penendang papan atas, pun bermental kuat.

Menurut data yang dilansir Transfermarkt, kiper "Gli Azzurri", Gianluigi Buffon, memiliki persentase 25,58 persen menahan tendangan penalti di waktu normal. Sejak mengawali karier, Buffon telah dihadapkan pada 43 hukuman penalti yang 11 di antaranya sukses ia redam.

Sedangkan mental Iker Casillas lebih banyak diuji ketimbang Buffon. Sebanyak 65 hukuman penalti harus dihadapi oleh Casillas di level klub maupun tim nasional. Hasilnya, 15 tembakan atau 23,08 persen tidak berujung gol.

Sejarah juga kadang membantu pemain menebalkan mental bertandingnya. Ini yang dimiliki Spanyol dan Italia jika pertandingan berujung ke babak adu penalti. Spanyol dan Italia memiliki rekor identik pada adu penalti di Piala Eropa. Dari tiga kali laga adu penalti, Spanyol dan Italia sama-sama memenangi dua pertandingan. Uniknya, satu-satunya kekalahan Italia di Piala Eropa lewat drama adu penalti terjadi empat tahun silam di Piala Eropa 2008. Lawan Italia saat itu adalah Spanyol!


Via: Adu Penalti? Siapa Takut!

Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram


Muaraenim - Ada yang menarik dari gelaran Kejurnas Arum Jeram di Muaraenim, Sumatera Selatan. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMP termasuk salah satu dewan juri.

Vioni Rima Khairunnisa, atau yang biasa dipanggil Rima, adalah anggota tim juri termuda kejurnas tersebut -- tim juri terjadi dari guru, mahasiswa, dan pelajar yang aktif di organisasi pecinta alam.

Putri dari pasangan Malady dan Suryati Marusin, ini dilahirkan di Pagaralam, Sumatera Selatan, pada 1 Agustus 1999. Saat ini dia tercatat sebagai pelajar kelas dua SMP Sekolah Alam Palembang. Di sekolahnya itu, selain pelajaran umum dan agama, para siswa juga belajar beradaptasi dan memaknai alam, misalnya pratek pertanian, perikanan, serta melakukan penghijauan di lingkungan masyarakat.

Dengan paras cantik dan tubuh mungil, tak heran jika Rima kerap menarik perhatian terutama para peserta kejurnas. Ia terpilih menjadi salah satu tim juri karena aktif di organisasi pecinta alam Gelam Nusantara
Via: Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram