Saturday, June 30, 2012

Latih Tottenham, Villas-Boas Kehilangan Rp 160 Miliar


LONDON, KOMPAS.com - Mantan pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas, disebut The Sun akan kehilangan uang sebesar 10,8 juta poundsterling jika menerima pekerjaan melatih Tottenham Hotspur atau klub lain pekan depan.

Villas-Boas diangkat menjadi pelatih Chelsea pada 22 Juni 2011, dengan kontrak tiga musim. Ia dipecat pada 4 Maret 2012, atau dalam keadaan masih menyisakan kontrak 28 bulan, dan sejauh ini belum mendapatkan pekerjaan baru.

Menurut The Sun, Chelsea memberikan gaji sebesar 100.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,5 miliar setiap pekannya selama 28 bulan tersebut. Chelsea disebut akan menghentikan pembayaran itu, kapan pun Villas-Boas mendapatkan pekerjaan baru selama periode 28 bulan tersebut.

Sejauh ini, Villas-Boas sudah menerima pembayaran selama tiga bulan. Jika menerima pekerjaan melatih Tottenham atau klub lain, Villas-Boas disebut akan kehilangan pembayaran untuk 25 bulan sisa periode masa kontrak, yang diperkirakan mencapai 10,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 160 miliar.


Via: Latih Tottenham, Villas-Boas Kehilangan Rp 160 Miliar

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

"Bosan Spanyol Selalu Menang, Itu Hebat!"


KIEV, KOMPAS.com - Gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, menepis anggapan bahwa permainan "La Furia Roja" kini cenderung membosankan di Piala Eropa. Pasalnya, permainan Spanyol telah terbukti keampuhannya dengan berhasil mencapai babak final.

Sepanjang turnamen ini, Spanyol terkenal dengan taktik tiki-taka yang lebih mengutamakan penguasaan bola di lapangan tengah. Akan tetapi, taktik tersebut dinilai sebagian orang tidak efektif, membosankan dan cenderung monoton. Pasalnya, mereka membandingkan strategi tersebut dengan tiki-taka ala Barcelona.

Tidak adanya Lionel Messi yang membuat perbedaan itu terlihat nyata. Spanyol seringkali mengembalikan bola ke belakang, meski sudah berada di tengah maupun depan gawang. Bahkan, tak jarang pula, pelatih Vicente Del Bosque tidak menurunkan striker murni dalam sejumlah laganya.

"Kami menikmati permainan dan akan setia dengan taktik yang begitu banyak memberikan gelar dalam beberap tahun terakhir. Pendukung kami dapat mengidentifikasi gaya tersebut. Kami menikmatinya, begitu juga dengan fans," ujar Xavi.

"Jika orang-orang bosan karena Spanyol selalu menang, maka itu adalah hal yang fantastis bagi kami," tambahnya.

"Kami hanya ingin menikmatinya, karena kami telah berada di final kedua secara berturut-turut. Kami ingin lakukan yang terbaik dan menunjukkan bahwa kami masih lapar akan kesuksesan," tegas Xavi.


Via: "Bosan Spanyol Selalu Menang, Itu Hebat!"

Buffon Yakin Ulangi Memori 2006


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, optimistis dapat mengulang memori 2006 ketika berhasil meraih gelar juara di Piala Dunia. Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers menjelang laga final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol, Minggu (1/7/2012).

"Jelas ini sangat sama dengan emosi dan keyakinan (Piala Dunia 2006). Meski hasilnya sama atau tidak, Anda hanya harus menunggu dan lihat nanti. Ketika Anda memulai perjalanan dalam turnamen ini, akan ada banyak kebetulan dan analogi," ungkap Buffon seperti dilansir Football Italia.

Buffon juga menyoroti pertemuan terakhir melawan Spanyol di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, "Gli Azzurri" berbagi poin dengan "La Furia Roja" setelah bermain imbang 1-1.

"Aku mengatakan, kita tidak akan menang (dengan Spanyol di babak penyisihan) karena menurutku di Piala Eropa banyak tim memulai dengan cara yang superior. Masalahnya sekarang, adalah kita akan bertemu lagi dengan mereka besok. Tetapi, setidaknya kami akan memulai laga dengan skor 0-0," kata Buffon.

"Spanyol mempunyai banyak pemain hebat, dari kiper, bek, gelandang hingga penyerang. Mereka semua sangat berperan untuk kesuksesan Spanyol di enam tahun terakhir. Mereka telah mendominasi sepak bola dunia," tuturnya lagi.

Meski demikian, Buffon tetap yakin dapat meraih hasil maksimal dalam laga nanti. Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meski Spanyol tim kuat dan favorit juara, bukan berarti Italia akan mudah menyerahkan gelar yang sudah di depan mata tersebut.

"Aku rasa ini saat yang tepat bagi tim terbaik dengan talenta tinggi untuk menang. Spanyol mempunyai kesempatan lebih besar untuk menang, setelah menjalani empat tahun yang hebat dengan kepercayaan diri yang kuat," ucapnya.

"Tetapi, Italia juga dapat mengejutkan. Jadi, kami harap dapat terus mengejutkan hingga akhir nanti," tegas Buffon.


Via: Buffon Yakin Ulangi Memori 2006

Balotelli Incar Sepatu Emas


KIEV, KOMPAS.com - Penyerang Italia, Mario Balotelli, berhasrat mencetak gol ke gawang Spanyol dalam babak final, Minggu (1/7/2012), agar dapat menjadi top scorer di Piala Eropa kali ini.

Balotelli kini bersanding di daftar pemain tersubur dengan torehan tiga gol bersama Mario Gomez (Jerman), Alan Dzagoev (Rusia) dan Mario Mandzukic (Kroasia). Pemain berusia 21 tahun itu berpeluang menjadi top scorer tunggal jika dapat membobol gawang kiper Iker Casillas dalam laga nanti, mengingat para pesaingnya sudah tersingkir.

"Akan luar biasa jika memenangkan final dengan mendapatkan keinginanku (menjadi top scorer) itu. Akan tetapi, jika kami menang dan aku tidak mencetak gol juga tentunya akan sama luar biasa-nya," ujar Balotelli seperti dilansir Football Italia.

"Aku sangat senang saat ini dan aku harap akan lebih bahagia Minggu nanti. Kami sudah mencapai final, dan harus ada satu dari dua tim terbaik menang dalam turnamen ini. Karena itu, kami harus menuju ke Kiev untuk meraih kemenangan," tegasnya kemudian.

Pada laga finanl nanti, Super Mario --sapaan Balotelli-- sangat mungkin bertemu dengan rekan satu klubnya di Manchester City, David Silva. "Aku mengenal baik, karena dia (Silva) adalah rekanku dan kami bermain bersama di laga pertama. Jadi, pertandingan nanti akan sangat menyenangkan," kata Balotelli.


Via: Balotelli Incar Sepatu Emas

Lawan Italia, Prandelli Tak Pertimbangkan 3-5-2


KIEV, KOMPAS.com - Pelatih Italia, Cesare Prandelli, mengungkapkan "Gli Azzurri" akan mempersiapkan strategi berbeda untuk melawan Spanyol di babak final, Minggu (1/7/2012). Italia, kata dia, tidak akan menggunakan formasi 3-5-2 yang selama ini selalu menjadi andalan.

Formasi tersebut sebelumnya digunakan Italia ketika menjalani penyisihan Grup C, termasuk saat bermain imbang 1-1 melawan Spanyol. Prandelli memainkan lima gelandang sekaligus untuk mengimbangi lini tengah "La Furia Roja" yang cukup berbahaya.

"Sejujurnya, tidak (gunakan 3-5-2), saya belum mempertimbangkannya. Kami tentunya akan mempertahankan keseimbangan di beberapa laga terakhir, meskipun di tengah pertandingan bisa saja kami mengubah taktik menjadi 3-5-2, jika kami mau," ungkap Prandelli seperti dilansir Football Italia.

Prandelli mengatakan, Spanyol bukanlah tim yang hanya unggul dalam penguasaan bola. Akan tetapi, pertahanan Gerard Pique dan kawan-kawan pun terorganisir bahkan beberapa kali juga dapat memenangkan pertarungan merebut bola di lini tengah.

"Spanyol adalah salah satu tim terbaik di dunia. Selama bertahun-tahun, mereka selalu mempertahankan karakteristik dan pendekatannya. Kami selalu mengatakan bahwa mereka adalah tim yang ingin kami kalahkan," katanya.

"Untuk strategi, kami harus tetap bermain secara baik dan menunggu waktu tepat untuk menciptakan keunggulan di lini tengah. Tidak terlalu sombong, jika mengatakan bahwa kami akan mengontrol lapangan tengah, meskipun kami cukup menghormati Spanyol. Kami akan mencoba untuk memanfaatkan berbagai peluang kami di laga nanti," tegas Prandelli.


Via: Lawan Italia, Prandelli Tak Pertimbangkan 3-5-2

"Spanyol Bukan Tim Dewa"


KIEV, KOMPAS.com - Bek Italia, Giorgio Chiellini, menilai Spanyol bukanlah tim "dewa" yang tidak dapat dikalahkan oleh tim lainnya. Pemain berusia 27 ini yakin "Gli Azzurri" dapat mengalahkan "La Furia Roja" di babak final Piala Eropa, Minggu (1/7/2012).

Italia dan Spanyol sebelumnya sempat bertemu di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, kedua tim berbagi poin setelah bermain imbang 1-1.

"Mereka (Spanyol) cuma manusia biasa, dan kita dapat kalahkan mereka," tegas Chiellini seperti dilansir Football Italia.

"Besok, kami tidak akan membalas dendam kepada siapa pun. Kami hanya ingin mewujudkan mimpi kami menjadi kenyataan. Meskipun lelah, kami akan selalu menemukan energi untuk bermain di final," lanjutnya.

Italia lolos ke final setelah mengempaskan Inggris (adu penalti 4-2) di perempat final dan Jerman (2-1) di semifinal. Sementara, Spanyol menyingkirkan Perancis (2-0) dan Portugal (4-2 adu penalti).


Via: "Spanyol Bukan Tim Dewa"

Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan gemilang striker Mario Balotelli dalam beberapa laga terakhir "Gli Azzurri" dan menurutnya hal itu berkaitan dengan pelatih Cesare Prandelli.

Balotelli sebelumnya sempat dikritik karena dinilai banyak melawatkan peluang mencetak gol, terutama saat melawan Kroasia di penyisihan Grup C. Akan tetapi, penyerang Manchester City itu bangkit dan tampil gemilang dengan mencetak dua gol kemenangan Italia atas Jerman di babak semifinal.

"Mario (Balotelli) telah bermain sangat baik karena dia mempunyai semua kualitas yang hebat, dan ini adalah awal yang baik untuk kariernya. Dia telah menemukan pelatih hebat (Prandelli), yang membuatnya menjadi pemain yang lebih baik," ujar Buffon.

"Tetapi jelas, poin utama kemajuan itu berasal dari dirinya sendiri, karena dia telah berkerja keras mencapai level ini," kata Buffon.

Adapun, dua gol itu membuat Balotelli menjadi pemain pertama Italia yang mencetak tiga gol dalam satu turnamen Euro sepanjang sejarah. Bahkan, ia berpeluang menjadi top scorer karena mampu memupus harapan Mario Gomez, karena setelah Jerman tersingkir, koleksinya mandek di angka tiga gol.

Torehan yang sama juga diraih Mario Mandzukic (Kroasia) dan Alan Dzagoev (Rusia). Akan tetapi, kedua bomber itu malah sudah angkat koper di penyisihan grup. Dengan demikian, raihan trigol Balotelli masih dapat bertambah jika mampu membobol gawang Spanyol di final di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (1/7/2012).


Via: Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli

Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo


Assen - Alvaro Bautista dinilai bersalah, menyusul insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Akibatnya, Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Pemenang balapan tersebut, Casey Stoner, sampai-sampai menyayangkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak terlalu senang meraih kemenangan, tanpa rival beratnya memberikan perlawanan.

MotoGP kemudian memutuskan Bautista bersalah. Mereka menyebut, Bautista membalap dengan sikap yang tidak bertanggungjawab, membahayakan Jorge Lorenzo, dan akhirnya dihukum start dari urutan paling belakang di Sachsenring.

Gresini mengajukan banding atas hukuman tersebut. Tapi, para steward dari FIM menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah final.


Via: Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo

Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya tampil sebagai juara ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Namun, untuk memastikan gelar tersebut, Warriors harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Warriors bertemu dengan San Miguel Beermen di babak final yang memakai sistem best of three. Setelah kalah 83-86 di kandang Beermen, Warriors membalas di game kedua yang digelar di Jakarta dengan skor mencolok 81-61. Karena kedudukan sama kuat, game ketiga pun terpaksa dihelat.

Dalam pertandingan game ketiga di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), Beermen yang tampil di hadapan dukungan publiknya sendiri langsung tampil menekan. Mereka sempat unggul lima poin, namun tembakan tiga angka Jerick Uy Canada membuat Warriors berbalik unggul 15-13. Setelah itu, Warriors menutup kuarter pertama dengan 19-13.

Di kuarter kedua, Beermen mencoba untuk mengejar. Namun, Warriors masih bisa menjaga jarak dan menambahkan 19 poin untuk memimpin 38-33.

Usaha Beermen untuk menyamakan kedudukan baru berhasil di awal kuarter ketiga saat tembakan Christhoper Banchero membuat skor jadi 38-38. Bahkan, beberapa saat kemudian Willard Crew membawa Beermen memimpin dua poin. Namun, tak lama kemudian Warriors unggul lagi lewat tembakan tiga angka Joseph Salangsang. Setelah itu, tim tamu mulai menjauh dan unggul jauh 64-53 di akhir kuarter.

Kuarter keempat berjalan seru sekaligus menegangkan. Beermen kembali memangkas selisih poin menjadi dua angka dalam kedudukan 69-71 saat pertandingan tinggal tersisa 2 menit 14 detik.

Saat waktu tinggal tersisa 17 detik lagi, Warriors juga cuma unggul 78-76. Mereka makin tegang karena dua lemparan bebas Evan Brock di momen selanjutnya tak masuk keranjang. Beruntung buat mereka, usaha Beermen untuk menyalip lewat tembakan tiga angka Nicholas Fazekas gagal. Warriors pun menang 78-76 dan berhak mengangkat piala.

Seusai pertandingan, pelatih Warriors, Todd Purves, mengakui bahwa game ketiga ini berjalan tidak mudah. Dia pun tak sungkan memuji Beermen.

"Ini masih merupakan pertandingan yang sangat ketat. San Miguel sangat 'Brasil', sangat terlatih," ucapnya.

"Saya angkat topi untuk
Via: Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors

Terwujudnya Mimpi Warriors


Manila - Butuh tiga musim bagi Indonesia Warriors untuk bisa menyabet gelar juara ASEAN Basketball League (ABL). Keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka ini adalah buah dari kerja keras.

Warriors tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor total 2-1 di babak final yang memakai sistem best of three. Dalam game penentuan yang digelar di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), tim asuhan Todd Purves itu menang satu bola 78-76.

Ini adalah gelar pertama buat Warriors. Di musim pertama, saat masih memakai nama Satria Muda Britama, mereka harus puas jadi runner-up karena ditundukkan Philippine Patriots di final. Semusim berikutnya, mereka malah gagal lolos ke babak play-off.

"Musim pertama kita masuk final, tapi kalah. Di musim kedua, saat itu jadwal ABL dan NBL sama, makanya kita merosot. Di musim ketiga, kita berpikir bahwa tim yang bertanding di ABL dan NBL harus dipisah, dan harus disiapkan sendiri-sendiri," ungkap pemilik Warriors, Erick Thohir, saat ditemui seusai pertandingan.

"Di sini kita bukan cuma membawa nama Warriors, tapi juga nama Indonesia. Itu yang berat. Persiapan kita lebih bagus dari musim kedua karena tim kita terpisah," jelasnya.

Erick menambahkan, Warriors bisa juara karena berani bermimpi. Kendati harus menghadapi lawan-lawan tangguh se-ASEAN, timnya mau bekerja keras demi mengejar kejayaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih, para partner untuk bisa membawa mimpi Indonesia menjadi juara. Misi Indonesia Warriors dan Satria Muda kan sama, yaitu juara Indonesia, Indonesia juara. Ini yang harus kita wujudkan," tuturnya.

"Kita harus membuat mimpi kita sendiri, jangan melihat mimpi orang terus. Kita harus membuat mimpi kita dan kita harus berusaha. Insya Allah kalau kita serius, kita fokus, kita fight, akan dikasih jalan," kata Erick.


Via: Terwujudnya Mimpi Warriors

Pemain Inggris Berlibur di Ibiza


IBIZA, KOMPAS.com - Setelah Inggris tersingkir dari Piala Eropa 2012, para pemainnya langsung berlibur. Striker Andy Carroll, Danny Welbeck, dan Joe Hart dikabarkan bersama Michael Carrick berlibur di Pulau Ibiza, Laut Mediterania.

Mereka seolah sudah melupakan kekalahan Inggris dari Italia di perempat final. Keempatnya dikabarkan begitu menikmati liburannya yang juga ditemani saudara Gary Lineker, Wayne Lineker.

mereka beberapa kali terlihat diminta fans untuk berfoto bersama. Namun, keempatnya sering berbaur dengan orang lain.

Seorang sumber kepada The Sun mengatakan, "Mereka menikmati masa yang indah. Mereka terus tersenyum dan melayani foto dengan fans. Mereka memili musim yang panjang dan mencoba melupakan kekecewaan karena Inggris tersingkir (dari Piala Eropa)."

Tentu saja, liburan mereka tetap ditemani wanita-wanita cantik. Bahkan, Carroll tertangkap kamera sedang santai, sementara wanita cantik di sampingnya menuangkan minuman buatnya.

Menurut Wayne Lineker, mereka juga mengagendakan pesta besar. Lewat akun Twitter, Wayne Lineker menulis, "Ini akan menjadi pesta abad ini."


Via: Pemain Inggris Berlibur di Ibiza

Ini Bukan Terkait Olah Bola


WARSAWA, KOMPAS.com - Jerman terhenti. Der Panzer, yang mengemas sembilan poin di Grup B, hasil tiga kemenangan, yakni atas Portugal, Denmark, dan Belanda, plus menang meyakinkan 4-2 atas Yunani pada perempat final, tumbang 1-2 dari Italia. Tim asuhan Joachim Loew gagal meredam Andrea Pirlo dan Mario Balotelli.

Salah satu keputusan Loew yang harus dibayar mahal dengan kekalahan pada semifinal di Stadion Nasional Warsawa, Polandia, Jumat (29/6/2012) dini hari WIB, itu adalah diturunkannya gelandang Toni Kroos. Pemain yang jarang menjadi starter ini kala Jerman memukul Yunani ia juga cadangan dimainkan untuk meredam pergerakan pengatur permainan Italia, Andrea Pirlo.

Namun, nyata-nyata upaya Loew itu gagal. Mantan Pelatih Jerman Juergen Klinsmann berpendapat, memasang Kroos untuk mengawal Pirlo tak berbuah hasil maksimal.

Mario Gomez terlihat statis dan keseluruhan, Jerman gagal mengimbangi Italia. Mereka (Jerman) kalah dalam pertarungan di lini tengah, dan mereka gagal meredam Pirlo, Riccardo Montolivo, dan Daniele de Rossi, kata Klinsmann, dikutip BBC.

Yang membuat kubu Jerman sangat terpukul, lanjut pelatih tim Jerman di Piala Dunia 2006 itu, terkait kenyataan bahwa Pirlo bisa tampil leluasa, seperti saat Italia menghadapi Inggris. Di mata Klinsmann yang kini melatih tim nasional Amerika Serikat itu, tak terlihat upaya lini tengah Jerman melumpuhkan Pirlo.

Opini Klinsmann setidaknya terwakili dengan data fakta-fakta penting kemenangan Italia di situs BBC, khususnya terkait umpan pemain-pemain Jerman. Andalan lini tengah Jerman, Mesut Oezil, misalnya, punya rekor fantastis dengan umpan komplet (tepat ke sasaran) sebanyak 91 persen saat melawan Yunani. Namun, di semifinal, persentase itu turun hingga 79 persen.

Faktor lain yang juga penting, selain Pirlo, adalah kematangan Balotelli, penyerang Italia yang memborong dua gol Gli Azzurri. Ketajaman Balotelli terbukti dengan dua gol dicetaknya dari dua peluang di depan mata. Pelatih Italia Cesare Prandelli melontarkan pernyataan singkat, tetapi mengena. Karier Balotelli baru saja dimulai.

Sementara Balotelli mengungkapkan, laga malam itu adalah yang terindah dalam hidupnya. Namun, saya berharap hari Minggu (final melawan Spanyol) jauh lebih baik, kata striker Manchester City itu.

Loew menuturkan, langkahnya memasang Kroos tak lain untuk memperkuat lini tengah. Sementara gol-gol ke gawang tim asuhannya, menurut Loew, adalah akibat kesalahan tim Jerman karena terlalu sedikitnya pemain yang berada di area pertahanan sendiri.

Namun, striker Jerman, Miroslav Klose, punya pendapat yang sepertinya lebih mewakili jawaban atas pertanyaan soal mengapa Der Panzer kalah.

Rintangan Italia (terasa) terlalu tinggi. Mungkin fakta bahwa kami tak pernah mengalahkan mereka ada di belakang kepala kami, kata penyerang klub Italia, Lazio, itu.

Data head to head menunjukkan, Jerman lebih banyak kalah dari Italia pada turnamen-turnamen utama. Kekalahan lanjutan di Warsawa bisa jadi hanya karena faktor kepercayaan diri, bukan urusan permainan atau olah bola.


Via: Ini Bukan Terkait Olah Bola

Warna Politik dalam Piala Eropa


WARSAWA, KOMPAS.com - Piala Eropa, seperti juga pesta olahraga akbar lainnya, tak lepas dari pengaruh konflik politik, khususnya pertikaian antarnegara. Perseteruan politik menyebabkan tim membatalkan keikutsertaannya apabila berhadapan dengan kesebelasan dari negara yang menjadi lawan politik.

Pagi-pagi digelar, penyelenggara Piala Eropa pertama di Perancis sudah menuai persoalan permusuhan antarnegara. Tim nasional Spanyol ogah bertandang ke Uni Soviet untuk menghadiri laga penyisihan. Saat itu, Spanyol dipimpin Jenderal Fransisco Franco.

Sikap Franco dilatarbelakangi masa lalu. Diktator itu adalah pemenang perang saudara Spanyol yang terjadi pada 1936-1939. Sementara Uni Soviet berperan sebagai penunjang utama Republik Spanyol Kedua, yang adalah lawan politik Franco.

Ketidakhadiran Spanyol membuat Uni Soviet melenggang dengan mudah ke putaran final Piala Eropa 1960. Tim Uni Soviet tak terbendung dan menjadi juara Eropa pertama. Adapun Italia, Inggris, dan Jerman Barat juga tak ikut karena menganggap belum perlu berpartisipasi.

Franco Menelan Egoisme

Pergelaran kedua pada tahun 1964 belum lepas dari pertikaian. Giliran Spanyol menjadi tuan rumah dan Uni Soviet menjadi semifinalis. Kali ini, Franco harus menelan egonya agar tidak mengeruhkan perhelatan bergengsi. Ia mengizinkan tim Spanyol berlaga melawan Uni Soviet.

Untungnya, tim Spanyol bisa menaklukkan Soviet dengan gol dari penyerang Jesus Maria Pereda dan Marcelino Martinez. Uni Soviet hanya bisa membalas dengan satu gol dari penyerang Galimzyan Khusainov. Spanyol pun menjadi juara Eropa untuk pertama kali.

Pertikaian senjata antara Yunani dan Albania juga membuat Kapal Bajak Laut, julukan tim Yunani, menarik diri dari keikutsertaan Piala Eropa 1964. Albania menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1912 yang memicu kemarahan Yunani.

Sebagian wilayah Albania diklaim Yunani sebagai daerahnya sehingga memicu pernyataan perang kedua negara. Yunani menolak hadir dalam laga kualifikasi pertama Piala Eropa 1964 melawan Albania yang diadakan pada Maret 1963.

Keruntuhan komunisme pada awal dasawarsa 1990-an juga membawa dampak terhadap Piala Eropa 1992. Uni Soviet di ambang bubar. Beberapa wilayah Uni Soviet menyatakan lepas dan membentuk negara sendiri. Negeri Beruang Merah mulai limbung akibat perpecahan.

Estonia, Latvia, Lituania, dan Georgia berpisah dari Uni Soviet. Meski demikian, pemain Georgia, Kakhaber Tskhadadze, masih bergabung dengan skuad Uni Soviet yang berlaga di bawah panji Persemakmuran Negara-negara Independen.


Via: Warna Politik dalam Piala Eropa

Guardiola Terpukau kepada Bocah Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola, dibuat terpukau oleh aksi bocah asal Indonesia, Tristan Alif. Bersama Guardiola, Tristan juga turut hadir dalam acara bertajuk "Sportacular Edisi Spesial 'Pep' Guardiola" di lobi depan RCTI Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Tristan menunjukkan sedikit keahliannya bermain sepak bola. Juggling kaki Tristan yang diakhiri menghentikan bola menggunakan pundak, membuat Guardiola tersenyum.

"Barcelona mungkin bisa memberikan tawaran untuk bocah ini," jawab Guardiola.

"Dia memiliki skill yang bagus. Penting bagi pemain seusianya bisa melakukan juggling seperti itu," lanjutnya.

Guardiola lantas memberikan sedikit masukan bagi pemain-pemain usia dini yang ingin berkarier sebagai pemain profesional. "Intinya, pemain-pemain muda harus terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Jika itu dilakukan dengan baik, maka besar kemungkinan pemain itu bisa berkembang," tutupnya.


Via: Guardiola Terpukau kepada Bocah Indonesia

Menembus Tapal Batas Ukraina


LVIV, KOMPAS.com - Berakhir sudah perhelatan semua laga Piala Eropa 2012 di Polandia. Dengan berakhirnya semifinal Jerman versus Italia di Warsawa, Kamis (28/6), tinggal satu laga tersisa. Laga final antara juara bertahan Spanyol dan Italia di Kiev, Ukraina, Minggu (1/7).

Sejak kemarin terjadi mobilitas pergerakan massal hingga puluhan ribu orang dalam rentang tiga hari, dari Polandia menuju Ukraina. Mereka adalah suporter, ofisial turnamen dan pegawai UEFA, media, juga penonton netral yang telah mendapatkan tiket final.

Sejak awal pekan ini sudah sulit mencari tiket kereta atau pesawat dari Warsawa ke Kiev yang berjarak 820 kilometer. Dengan pesawat rute itu hanya memakan waktu 1,5 jam. Naik kereta butuh 16,5 jam.

Jaringan rel kereta yang menghubungkan kedua negara itu berbeda jauh dengan yang ada di Eropa Tengah, apalagi Eropa Barat. Di Polandia dan Ukraina, perjalanan kereta lintas negara butuh waktu lama. Dari Warsawa ke Lviv (kota Ukraina terdekat dengan perbatasan Polandia) yang jaraknya 385 kilometer saja perlu 12,5 jam.

Dengan kondisi tersebut, perjalanan darat dengan mobil jadi salah satu alternatif menarik meski hal itu sebenarnya tidak direkomendasi. Kondisi jalan di Ukraina secara umum kurang bagus. Namun, pembangunan membuat kondisi jalan membaik, tulis Anna Shevchenko dalam buku Culture Smart! Ukraine (cetakan keempat, 2010).

Pengendara mobil di Ukraina juga sering ceroboh, suka menyodok, lanjut Shevchenko. Namun, berhubung harus menghadiri laga Jerman-Denmark di Lviv, medio Juni lalu, wartawan Kompas MH Samsul Hadi bersama rekan dari tabloid Bola menyewa mobil dari Warsawa.

Kita perlu waktu sekitar enam jam jika tanpa berhenti, ujar Tigor, si sopir. Tak ada kendala berarti sepanjang perjalanan dari Warsawa ke gerbang perbatasan di Hrebenne. Kondisi jalan secara umum mulus. Mobil bisa dipacu hingga kecepatan 150 kilometer per jam.

Pemandangan sepanjang perjalanan juga mengasyikkan. Sesekali jalan menyibak hutan, membuat mata terasa teduh. Tiga jam berlalu dan tibalah di Lublin yang terkenal dengan salah satu kamp konsentrasi Nazi pada Perang Dunia II. Kamp itu masih terpelihara dan kini jadi tempat wisata.

Begitulah. Salah satu keuntungan perjalanan dengan mobil adalah bisa mampir di tempat bersejarah atau kawasan wisata. Sebelum matahari condong, perjalanan mencapai tapal batas Polandia-Ukraina di Hrebenne.

Di gerbang perbatasan yang mirip gerbang tol beberapa jalur itu, atribut Piala Eropa 2012 terlihat di mana-mana. Tidak banyak antrean, tetapi pemeriksaan dokumen perjalanan dan tanda identitas cukup memakan waktu. Pemeriksaan itu dua kali, pertama oleh petugas imigrasi Polandia, kedua oleh petugas imigrasi Ukraina. Butuh sekitar setengah jam sejak menunggu giliran masuk hingga keluar dari tapal batas itu. Seisi kendaraan pun digeledah petugas yang membawa anjing pelacak. Lebih lama karena sering terjadi upaya penyelundupan, kata Tigor.

Berbeda dari Polandia, jalan di Ukraina kurang mulus dan yang melintasi banyak mobil tua dan butut. Tanda petunjuk jalan pun tidak selalu jelas terlihat.

Namun, setiba di Lviv, kesan pertama adalah eksotis meski ruwet. Lalu lintas cukup semrawut, tetapi gedung-gedungnya kuno, terawat, dan bersejarah. Tak heran Lviv masuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO.

Dalam tiga hari sejak kemarin, belasan hingga puluhan ribu suporter Italia juga akan bergerak ke Kiev dari Warsawa, menyusul suporter Spanyol yang lebih dulu tiba. Sebagian suporter Italia itu bermobil melintasi perbatasan. Ketika final berakhir, rasa lelah itu akan berganti. Entah kecewa atau gembira.


Via: Menembus Tapal Batas Ukraina

Gullit Siap Tangani Belanda


KOMPAS.com Legenda sepak bola Belanda, Ruud Gullit, merasa sanggup jika harus memikul tanggung jawab sebagai pelatih timnas Belanda. Dengan segala pengalamannya, Gullit siap memberikan kerja maksimal untuk "De Oranje".

Belanda baru saja mengarungi Piala Eropa 2012 dengan hasil buruk. Finalis Piala Dunia 2010 lalu itu tidak berhasil lolos dari penyisihan grup di Ukraina dan Polandia.

Hasil negatif tersebut membuat Pelatih Bert van Marwijk mengundurkan diri dari kursi pelatih. Nama Gullit pun menjadi kandidat terkuat membesut Arjen Robben dan kawan-kawan.

"Saya tahu bahwa saya memiliki kualitas untuk menggantikan Van Marwijk sebagai pelatih tim nasional. Saya sering kalah sebagai pelatih. Tetapi, orang cenderung lupa bahwa saya memenangi banyak pertandingan juga, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih," kata Gullit kepada Voetbal International.

"Belum ada pendekatan nyata saat ini. KNVB tidak pernah mendekati saya. Tetapi, bila itu terjadi, akan menjadi kehormatan besar untuk saya," jelas Gullit yang terakhir kali menjadi pelatih setahun silam, menangani Terek Grozny.


Via: Gullit Siap Tangani Belanda

Fabregas: Iniesta Sumber Keyakinan Kami


KIEV, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, memuji kualitas yang dimiliki rekan setimnya, Andres Iniesta. Menurutnya, Iniesta merupakan salah satu pemain yang menampilkan permainan memikat bersama "La Furia Roja" di Piala Eropa 2012.

"Permainan Andres semakin baik dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya. Dia mengalami musim yang sulit di klub karena terus cedera. Tapi, dia saat ini luar biasa di Piala Eropa 2012. Kemampuannya berdampak besar bagi perjalanan kami di sini," puji Fabregas.

"Dia kreatif, mengalirkan bola dengan baik, dan punya umpan luar biasa. Setiap tahun, dia selalu mencetak lebih banyak gol. Dia sumber keyakinan terbesar kami. Selama pertandingan Anda bisa melihatnya mengambil tanggung jawab lebih dan lebih dalam serangan kami," lanjutnya.

Kolaborasi Fabregas dan Iniesta sudah terlihat selama berlangsungnya Piala Eropa 2012. Yang paling krusial tentunya saat melawan Kroasia di laga pamungkas grup. Saat itu, umpan lambung Fabregas diterima dengan sempurna oleh Iniesta yang kemudian memberikan assist untuk gol Jesus Navas. (UEFA)


Via: Fabregas: Iniesta Sumber Keyakinan Kami

Redknapp: Dengan Villas-Boas, Tottenham Masuk 4 Besar


Harry Redknapp mengatakan, Tottenham Hotspur akan finis di empat besar Premier League jika dilatih Andre Villas-Boas dan mempertahankan skuad saat ini.

Posisi pelatih di Tottenham masih lowong sejak ditinggal Redknapp, 14 Juni lalu. Villas-Boas sendiri juga belum bekerja lagi sejak meninggalkan Chelsea, 4 Maret silam.

Menurut pemberitaan di Inggris, Andre villas-Boas menginginkan pekerjaan itu dan begitu juga dengan Tottenham. Villas-Boas disebut siap melupakan White Hart Lane jika Tottenham mempertimbangkan calon lain.

"Ia pernah melatih tim Inggris. Ia pernah di Chelsea. Segala yang dilakukannya tak berjalan baik (di Chelsea). Ketua Tottenham (Daniel Levy) merasa Villas-Boas bisa menangani Tottenham. Ia tentunya punya pemain-pemain yang dibutuhkan," ujar Redknapp.

"Menurut saya, Tottenham memiliki pemain untuk finis di zona empat besar setiap tahunnya dan meraih gelar. Itu pendapat saya. Mereka punya pemain yang mereka perlukan," lanjutnya.

Lebih jauh, Redknapp mengatakan, Tottenham harus mempertahankan Modric atau menjualnya dengan harga tinggi.

"(Jika Modric pergi), itu adalah masalah besar. Ia tak tergantikan. Namun, jika mereka mendapatkan uang banyak, mereka bisa membeli tiga atau empat pemain dan meningkatkan tim di lini yang lain," tambahnya.


Via: Redknapp: Dengan Villas-Boas, Tottenham Masuk 4 Besar

Friday, June 29, 2012

Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim


Muaraenim - Sebanyak 16 tim mengikuti Kejurnas Arung Jeram "Arung Sumsel 2012" yang digelar di Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, 30 Juni-3 Juli 2012.

Saat ini ke-16 tim sudah berada di lokasi dan mulai mencoba arus di huluan Sungai Enim yang menjadi lokasi perlombaan.

Ke-16 peserta itu antara lain berasal dari Banten, Bandung, DKI Jakarta, Bengkulu, Palembang, Muaraenim, Medan, dan Tapanuli.

"Kejurnas ini selain untuk memasyarakat olahraga arung jeram, mengingat begitu banyaknya lokasi olahraga ini di Indonesia, juga menjadi ajang pembinaan, dan promosi pariwisata," kata Ahmad Rapanie Igama selaku ketua panitia pelaksana kepada detikcom, Jumat (29/06/2012).

Ada beberapa jenis lomba yang digelar dalam kejurnas ini yakni sprint dengan jarak 800-1.000 meter; head to head yakni lomba kecepatan secara simultan dengan jarak 800-1.000 meter; slalom atau lomba kecepatan dan keterampilan tim dengan jarak tempuh 1.000 meter; serta down river yakni lomba kecepatan dan keterampilan dalam jarak tempuh 3-5 kilometer.

Kejuaraan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan Federasi Arung Jeram Indonesia
Via: Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim